Vidio Search



Judul:Penggantian Tudung Makam Syeikh Abdul Qodir Jaelani
Durasi:00:07:23
Dilihat:91,275x
Diterbitkan:15 november 2016
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

VIDEO Langka berdurasi 7 menit ini diambil ketika para ulama di kota Baghdad mengganti kain penutup makam Sulthonul Auliya Syeikh 'Abdul Qodir al-Jaelani Qoddasallohu Sirrohu.

============================

Syeikh 'Abdul Qodir Jaelani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati, dan merupakan seorang wali besar dalam dunia tarekat dan sufisme.

Beliau lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadhan 470 H (1077 M) di selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran, Iran. Dan beliau wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Robiul akhir di daerah Babul Azajwafat, Baghdad pada 561 H (1166 M).

Diantara kisah beliau yang paling masyhur adalah ‘Takluknya’ Sekelompok Perampok di Tangan Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani.

Berikut adalah kisahnya..

============================
Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Dikisahkan, ketika Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani hendak menuju Baghdad guna menuntut ilmu. Oleh sang ibu, beliau dibekali beberapa dinar yang diletakkan dalam saku bajunya. Pesan sang ibu, “Jangan berbohong.”

Beliau yang kala itu masih belia, berangkat bersama rombongan dagang yang hendak menuju lokasi serupa. Malangnya, kafilah dagang itu dihadang oleh sekawanan perampok. Nyawa dan seluruh perbekalan pun terancam dirampas.

Sebab masih kecil dan tak terlihat tanda-tanda memiliki harta, Syeikh Abdul Qodir pun tak dihiraukan oleh sang perampok.

Lama tertahan, hingga akhirnya ada satu orang perampok yang memerhatikannya. Lantas si perampok bertanya, “Apakah kamu punya harta?”

Tak disangka, Syeikh kecil ini justru menjawabnya dengan begitu detail; "sekian dinar, dan diletakkan di saku baju." Demikian tutur Syeikh Abdul Qodir

Sontak saja, si perampok menjadi heran. Maka dilaporkanlah hal itu kepada ketua perampok bahwa ada anak kecil yang jujur dalam rombongan dagang tersebut.

“Mengapa kamu berkata jujur?” Selidik ketua perampok.

“Ibuku berpesan demikian,” Jawab Syeikh Abdul Qodir dengan tenang

“Memangnya ibumu bisa melihatmu sekarang?” Tanya si perampok lagi

“Betul, ibu tak melihatku saat ini. Tapi saat aku berjanji untuk tidak berbohong kepada ibu, Alloh Ta’ala Menyaksikanku. Dan kini, saat ibu tidak ada, Alloh Ta’ala tetap Menyaksikanku.

Oleh karena itu, aku menyampaikan jawaban sejujurnya, sebagaimana keadaan diriku yang membawa sejumlah harta untuk belajar” Tutup Syeikh Abdul Qodir

Atas jawaban lugas nan berani itu, ketua perampok terhenyak. Di benaknya terjadi pertarungan antara nurani yang tulus dan perbuatan bengisnya selama ini.

“Anak ini berkata jujur karena takut kepada Alloh. Bagaimana dengan diriku yang selama ini tenggelam dalam kejahatan?” Begitu fikir ketua rampok

“Wahai anak buahku,” teriak si ketua perampok, “kembalikan semua harta kafilah dagang, tanpa terkecuali.”

Meski bingung, seluruh anggota perampok pun mengikuti perintah sang tuannya itu.

“Hai, anak kecil, kemanakah tempat tujuanmu?” Tanya ketua perampok kepada Syeikh Abdul Qodir

“Ke Baghdad. Menuntut ilmu.” Jawab Syeikh kecil berwibawa.

“Kami semua akan ikut menuntut ilmu denganmu.” Tegas ketua perampok.

Saat menceritakan kisah ini, Habib Ali Zainal Abidin al-Hamid mengatakan, “Inilah sekelompok orang yang pertama kali masuk Islam melalui ‘tangan’ Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani.”

Subhanalloh, walhamdulillah, wa Laa iLaaha iLLaLLohu Allohu akbar!

#Tadzkiroh untuk diri kita: Berapa kali lidah ini dalam satu hari berdusta? Untuk hari ini? Semalam? Bulan lalu? Tahun lalu?

Nastaghfirullohal 'adziem wa natuubu ilaih :'(

wAllohu a'lam bishshowaab.
============================
Kontributor video: (Achmad Heri Rohandi dan Nabikeghulam)
Kontributor kisah: (Habibana Ali Zainal Abidin bin Abu Bakar al-Hamid)
Backsound: "Laa Ilaaha illalloh" (Majelis al-Khidmah)

BAGIKAN KE TEMAN ANDA